Kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain (WHO, 2009).

Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi kanker di berbagai penjuru dunia.Angka kejadian kanker pada anak terus meningkat setiap tahun. Kejadian kanker anak di United States pada tahun 2000 sampai 2003 sebesar 16,4 kasus per 100.000 anak dibawah usia 18 tahun (Bechard et al., 2008). Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terdapat 4100 kasus baru kanker pada anak (Tehuteru, 2009). Data statistik resmi dari IARC (International Agency for Research on Cancer) menyatakan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita keganasan sebelum umur 16 tahun. Sebuah laporan internasional menyatakan, 10% kematian pada anak disebabkan penyakit kanker (Utami, 2011). Meskipun tingkat kelangsungan hidup lima tahun telah meningkat dari 56% pada tahun 1974 menjadi lebih dari 80% pada tahun 2000, keganasan pada anak tetap menjadi penyebab kematian kedua (12,8%) dari semua penyebab kematian di Amerika Serikat (Lottick, 2007). Angka kesembuhan secara keseluruhan pada anak dengan keganasan melebihi 70% dan diperkirakan mencapai 85% pada tahun 2010 di negara-negara industri. Namun, 85% pada anak yang berada pada negara-negara berkembang, dimana akses untuk mendapatkan perawatan yang memadai sangat terbatas, status kesehatan sering sekali dipengaruhi oleh penyakit-penyakit infeksi dan malnutrisi. Selain dari faktor-faktor lain yang mempengaruhi (perbedaan definisi mengenai status nutrisi, metode pengukuran status gizi yang bervariasi), dikatakan bahwa prevalensi kejadian malnutrisi pada saat diagnosa mencapai 50% pada anak dengan keganasan di negara-negara berkembang (Sala et al., 2004).

Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia dan jumlah penderita kanker semakin meningkat dari tahun ke tahun termasuk penderita kanker pada anak.

Prognosa kanker bagi anak adalah baik dan kebanyakan bisa disembuhkan, tapi sebagian lagi tidak dapat disembuhkan. Dan untuk sekarang ini upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan cara diadakannya penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahayanya kanker pada anak dan cara pencegahannya agar anak terhindar dari penyakit kanker.

Perbandingan antara jumlah permintaan dan persediaan darah yang tidak seimbang merupakan latar belakang utama kegiatan ini. Serta kurangnya perhatian masyarakat terhadap masalah – masalah sosial yang ada di sekitarnya, terutama yang menyangkut masalah stok darah, masih rendah. Sehingga dengan hadirnya acara ini, yang telah dikonsep sedemikian rupa dan akan dijelaskan lebih lanjut, diharapkan mampu mengajak seluruh komponen masyarakat akan apa yang terjadi di sekitar mereka serta turut mewujudkan apa yang menjadi tujuan diadakannya acara ini yang diantaranya ikut menambah stok darah yang ada

Maka dari itu SCORP CIMSA UISU membuat suatu kegiatan DONOR DARAH yang dimana kegiatan ini bertujuan untuk menolong anak-anak penderita kanker yang membutuhkan darah. Selain kegiatan donor darah, penyuluhan kanker anak dan hiburan anak-anak Yoam juga termasuk dalam kegiatan ini. Dalam kegiatan ini SCORP CIMSA UISU bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD) dan juga Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM).

1